Analog CCTV

Industri CCTV saat ini mulai dikuasai oleh IP Camera dan AHD. Namun kamera analog masih banyak digunakan oleh masyarakat. Walaupun IP kamera dan analog HD mampu memberikan gambar berkualitas megapiksel, namun kamera CCTV analog tetap menawarkan efisiensi yang lebih besar, biaya yang lebih murah rendah serta keandalan sistem secara keseluruhan.

Sebelum memutuskan memilih kamera IP atau analog, disarankan untuk terlebih dahulu memahami bagaimana teknologi mereka bekerja. Perbedaan kedua jenis teknologi kamera dan metode transmisi video ini sangat penting untuk mengembangkan sistem CCTV yang terencana dengan baik. Dengan memahami perbedaannya, maka anda dapat menggunakan jenis kamera cctv yang tepat sesuai kebutuhan.

Bagaimana Kamera CCTV Bekerja?

Berdasarkan tampilannya, IP dan kamera analog mungkin tampak sama saja. Kedua jenis kamera menggunakan sensor analog yang bisa berupa CCD (Charge Coupled Device) atau CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor). Umumnya semua kamera analog menggunakan sensor CCD dan kamera IP dapat memanfaatkan kedua jenis sensor diatas. Sinyal analog dari sensor ini kemudian diubah ke bentuk digital oleh converter dan selanjutnya diproses oleh sirkuit digital kamera (DSP).

Untuk kamera CCTV analog, gambar digital kemudian diubah kembali ke analog oleh konverter sehingga gambar dapat dikirimkan ke monitor atau perekam video digital (DVR), di mana gambar disimpan. Sedangkan untuk IP camera, gambar digital dikompresi secara internal dan ditransmisikan melalui protokol IP yang dapat dilihat langsung melalui jaringan atau disimpan ke perekam video jaringan (NVR). Pada titik ini, tampaknya perbedaan di mana video dikompresi dan komponen yang digunakan pada kedua jenis kamera tidak terlalu nyata. Namun demikian, terdapat perbedaan kualitatif yang signifikan antara CMOS dan sensor CCD. Dimana CCD memiliki kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan CMOS.

Jadi Apa itu Kamera Analog?

Kamera analog adalah kamera cctv yang menangkap gambar analog dengan sensor CCD dan kemudian gambar diubah menjdai digital untuk diproses lebih lanjut. Tapi sebelum dapat mengirimkan video, ia perlu diubah kembali ke analog agar dapat diterima oleh perangkat analog seperti monitor atau DVR. Berbeda halnya dengan kamera IP, analog tidak memiliki server web built-in atau encoders dan tidak memerlukan pemeliharaan teknis sehingga harganya adalah yang paling murah. Fungsi-fungsi ini dapat diimplementasikan saat proses perekaman dan atau menggunakan peralatan kontrol tambahan.

Karakteristik Analog CCTV

  • Kamera analog CCD bekerja baik di berbagai kondisi pencahayaan dan menangkap pergerakan dengan baik.
  • Analog camera mengirimkan gambar video yang belum terkompresi ke DVR sehingga dapat dilihat langsung tanpa pra-kompresi laten.
  • Kamera analog tidak memiliki kemampuan di atas standar NTSC atas PAL.
  • Karena analog CCTV mengkompres video di DVR maka diperlukan sumber daya hardware dan software syang lebih untuk meningkatkan kualitas video dan frame rate.
  • Kabel CCTV yang digunakan untuk kamera analog adalah kabel koaksial. Juga anda dapat menggunakan ‘baluns’ untuk mengirimkan video analog, daya dan data melalui infrastruktur kabel jaringan. Dengan menggunakan baluns, video analog dapat ditransmisikan dengan baik untuk jarak jauh dengan menggunakan standar kabel CAT5.
  • Traffic video analog tidak beresiko mengalami masalah jaringan dengan bandwidth yang hampir tak terbatas.
  • Dengan pengecualian DVR, seluruh rantai analog cctv kebal terhadap virus dan jenis-jenis serangan software.
  • Sinyal analog relatif kurang aman dan dapat ditangkap dan atau dilihat oleh siapa pun yang memiliki akses ke infrastruktur kabel. Untuk mengakses atau mengganggu, hacker atau penyusup harus mengakses secara fisik perangkat tertentu.
  • Setelah terinstal, kamera analog adalah perangkat yang tidak perlu pengaturan secara khusus. Tidak ada pengaturan alamat IP, tidak perlu mengerti tentang pemrograman, perangkat lunak, serta keterampilan dalam bidang IT. Ia dapat bekerja dengan baik atau tidak sama sekali.